PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menerapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan faktor keselamatan penumpang dan menekan jumlah korban yang mungkin ditimbulkan saat terjadinya kasus kecelakaan.
Sumber : Kominfo-Newsroom
Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan di Jakarta, Kamis (3/3), menjelaskan upaya yang dilakukan PT KAI adalah dengan menambahkan kereta kosong yang disambungkan pada kereta pertama dan terakhir pada setiap rangkaian di setiap perjalanan KA untuk jarak jauh.
PT KA mengistilahkan kereta kosong yang disambungkan pada tiap ujung rangkaian KA dengan sebutan kereta aling-aling. Hal tersebut dilakukan lantaran penumpang terutama yang berada di kereta pertama atau terakhir kerap menjadi korban apabila terjadi kecelakaan. Upaya ini diharapkan bisa menekan jumlah korban atau kondisi korban pada saat terjadi kecelakaan.
Dijelaskan lebih lanjut, kereta aling-aling yang digunakan merupakan kereta yang sudah tidak difungsikan lagi untuk mengangkut penumpang dan tidak dilengkapi bangku duduk. Kereta ini disertakan pada seluruh kereta api, baik kelas eksekutif, bisnis, ekonomi AC, maupun ekonomi (K3) dan penerapannya telah dilaksanakan sejak awal Februari 2011.
Selain itu, untuk menghindari kemungkinan terjadinya ledakan atau kebakaran akibat goncangan saat kereta sedang berjalan, PT KA juga telah mengganti perlengkapan restorasinya untuk kereta ekonomi AC, bisnis, dan eksekutif dari sebelumnya menggunakan kompor gas menjadi kompor listrik sejak empat bulan lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar