Laman

Minggu, 16 Desember 2012

Renovasi Poskes GK Thn








Manager UUK Area 13 saat memeriksa dan mengatur ulang hasil renovasi.

Jumat, 19 Oktober 2012

SDM KERETA API: 415 Masinis Raih Sertifikasi Tahap I

BANDUNG: PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan sertifikasi dan smart card pada 415 masinis yang lolos ujian tahap pertama.

Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko mengatakan pada tahap pertama jumlah masinis pendaftar untuk mendapatkan sertifikat dan smard card yang sudah mendaftar ada 672 orang di seluruh Indonesia.

“Mereka  sudah diujikan pertama di Jakarta dan yang lulus hanya 415 orang, yang tidak lulus ada kisaran 200 lebih,” katanya di Bandung, Rabu (17/10).

Menurut Hermanto, PT KAI sudah menjadwalkan tahap pengujian kedua yang bakal digelar di Jogja dan Palembang di mana masinis yang tidak lulus pada tahap pengujian pertama bisa mengikuti kembali.

Khusus untuk PT KAI Daerah Operasional (Daop) II Bandung yang berkategori sudah lulus ada  44 orang, untuk 43 masinis dan 1 orang asisten masinis. PT KAI menargetkan ujian sertifikasi dan smart card ini bisa rampung pada April 2013 dimana seluruh masinis diwajibkan untuk lulus.

"Sertifikat dan smart card ini sebagai bukti bahwa para masinis sudah lulus dan terbilang layak untuk menjalankan tugas perkeretaapian," katanya.

Layaknya surat izin mengemudi, sertifikat dan smart card ini menurut Hermanto penting menjadi pegangan masinis. Sertifikat sendiri tak wajib dibawa oleh masinis saat bekerja di lapangan.

“Smart Card ini, nantinya harus dibawa kemana-mana saat menjalankan tugas,” kata Hermanto.

Menurut dia, sewaktu-waktu pihak PT KAI akan melakukan razia atau pemeriksaan kepada para masinis. Bagi masinis yang diketahui tidak memilikinya, maka akan dikenakan sanksi paling lama 1 tahun penjara.

Cara untuk mendapatkan smart card dan sertifikat ini, harus melalui proses dan ujian yang diberlakukan PT KAI. Mulai dari masinis yang mempunyai pengalaman dasar dengan melintasi 4.000 jam perjalanan, lalu harus memiliki surat tanda dari direksi masing-masing.

“Nantinya akan diberikan juga ujian teori, pengetahuan soal peraturan PT KAI, psikotes, pemeriksaan kesehatan seperti mata dan tinggi badan,” katanya.

Hermanto menjelaskan, memiliki sertifikat dan smart card adalah kewajiban seluruh masinis karena telah diamanatkan dalam undang-undang. Menurut dia, penyebab kecelakaan KA pada umumnya bukanlah karena infrastruktur yang ada, namun karena kesalahan dari pengelola dan orang yang menjalankan. Di mana, umumnya penyebab utama kecelakaan itu dari kelalaian masinis dan PT KAI sendiri.

Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno mengatakan adanya sertifikasi ini menjadi langkah yang baik untuk keselamatan para penumpang lainnya.

"Jadi sertifikasi bagi para masinis ini bukan berarti yang tidak lulus itu jelek, tapi ada tahapan dan proses agar kualitas pelayanan bisa lebih baik," katanya.

Di Daop II sendiri ada 309 masinis dan asisten masinis. Menurut Bambang, pihaknya akan terus mendorong agar seluruh masinis yang ada bisa menperoleh sertifikat dan smart card yang diadakan oleh Dirjen Perkeretaapian.

“Target kami seluruhnya ikut,” katanya. (K57/Bsi)


Sumber: http://www.bisnis.com/articles/sdm-kereta-api-415-masinis-raih-sertifikasi-tahap-i

Kamis, 18 Oktober 2012

Kroya-Kutoarjo Gunakan Jalur Kereta Api Ganda

Kroya-Kutoarjo Gunakan Jalur Kereta Api Ganda



PURWOKERTO, (PRLM).- Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan menggandeng konsultan Jepang untuk menggarap proyek pembangunan jalur ganda sepanjang 76 kilometer antara Kroya - Kutoarjo. Proyek double track ini bakal "menggerus" puluhan bangunan milik warga yang dibangun di atas tanah PT Kereta Ai Indonesia (KAI)
"Proyek tersebut akan dimulai 2013, pelaksana proyek yakni Satuan Kerja Peningkatan Jalan KA Lintas Selatan Jawa (Satker PLS) Ditjen Perkeretaapian. Sedangkan konsultan utamanya adalah Japan Transportation Consultans Inc. Pacific Consultans International" kata Menejer Humas PT KAI daerah Operasi 5 Purwokerto Banyumas, Rabu (17/10).
Jalur ganda Kroya -Kutoarjo menurut Surono merupakan bagian dari proyek peningkatan jalan kereta api lintas selatan Jawa Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan fase II. Fase I Kutoarjo – Yogyakarta sepanjang 64 kilometer dan sudah selesai dibangun. Saat ini telah dioperasikan.
Kebutuhan lahan untuk proyek tersebut sekitar 15.453 meter tanah, serta puluhan bangunan dan kios milik warga yang menempati lahan milik PT KAI.Bangunan berupa rumah dan kios diatas lahan PT KAI yang terkena proyek double track ini tidak akan diperpanjang kontrak sewa lahannya dan harus dibongkar,'terangnya.
"Pembebasan lahan dan bangunan ini dijadwalkan selesai pada pertengahan Desember 2012. Sesuai dengan klausul dalam kontrak sewa menyewa. Penyewa harus menyerahkan lahan yang disewanya jika akan dipergunakana oleh PT KAI,"terang Surono.
Sementara terowongan ijo bangunan peninggalan Belanda yang berada di antara Kroya – Kutoarjo, menurut Surono, nantinya tidak akan digunakan lagi. Terowongan sepanjang 600 meter ini terletak di wilayah Desa Bumi Agung Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen.
Untuk jalur ganda nantinya akan dibangun terowongan baru kurang lebih 40 meter di sisi utara terowongan yang ada saat ini. "Terowongan baru ini akan dibuat lebih besar dengan lebar 22 meter, ketinggian 6 meter dan panjang 600 meter yang sekaligus akan digunakan untuk dua jalur rel."jelasnya. (A-99/A-26).**