Laman

Selasa, 17 Mei 2011

Selama Ini Masyarakat Salahkan PT KAI


Target pemerintah agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) mampu mengangkut 1,2 juta penumpang per hari pada tahun 2019 rupanya membawa persoalan lain. Untuk menampung jumlah yang besar itu, PT KAI perlu mengadakan sekitar 1.440 gerbong kereta. Padahal, saat ini KAI hanya memiliki 386 unit gerbong.
Sekretaris Perusahaan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur Syaheran mengatakan, persoalan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab PT KAI. "Kami meminta Pemprov DKI untuk membantu kami membuat underpass atau fly over di pintu-pintu pelintasan kereta," ucap Makmur, Senin (16/5/2011), saat dihubungi wartawan.Kalaupun nantinya PT KAI mampu memenuhi target pemerintah tersebut, dampak lain akan timbul di jalan raya. Dengan dipenuhinya gerbong kereta sebanyak 1.440 unit itu, bisa dipastikan pintu lintasan kereta tidak akan pernah terbuka bagi arus kendaraan yang lain. Kemacetan bisa jadi justru kembali terjadi.
Hal itu, lanjutnya, akan mampu mengurangi kemacetan di jalan raya. Pengguna kendaraan pribadi bisa beralih ke kereta api dan arus kereta api di lintasan juga tidak akan menghambat lalu lintas angkutan lainnya. Saat ini tercatat ada 85 pintu pelintasan yang ditengarai menjadi salah satu penyebab kemacetan.
"Apalagi kalau pada tahun 2019 itu tetap enggak ada underpass atau fly over, maka pintu pelintasan itu bisa-bisa enggak akan terbuka karena jarak antarkereta nantinya bisa sangat dekat," ucap Makmur.
Hingga tahun 2011, KRL Jabodetabek terdiri dari 386 unit gerbong, rentang waktu antar-rangkaian kereta mencapai 15-20 menit. Apabila pada tahun 2019 PT KAI mampu mengoperasikan 1.440 unit gerbong, maka rentang waktu antar-rangkaian kereta hanya 5 menit.
"Jadi, ini tidak hanya tugas PT KAI, tapi juga tugas pemerintah daerah baik pemda Tangerang, Banten, maupun Jakarta," ujarnya.
Kepala Humas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq mengatakan, selama ini masyarakat hanya menyalahkan PT KAI atas pelayanan yang belum memuaskan selama ini.
"Padahal, kalau untuk mengadakan kereta itu urusannya macam-macam, mulai dari pintu pelintasan sampai kebutuhan daya listrik," ucap Mateta.
Dengan kekuatan armada KRL Jabodetabek saat ini, PT KAI memerlukan sekitar 86 megawatt listrik. "Tahun ini kami berencana tambah 130 unit gerbong. Nah, butuh tambahan listrik juga," lanjut Makmur.
Makmur mengungkapkan, pada bulan Oktober 2011, sebanyak 130 unit gerbong baru akan dioperasikan. Ditambah dengan jumlah yang ada saat ini, maka jumlah gerbong mencapai 513 unit.
"Untuk jumlah itu, perlu sekitar 100 megawatt tahun ini. Jadi soal kereta api ini bukan hanya tanggung jawab KAI, kami juga butuh bantuan dari pemda, pemerintah pusat, dan PLN," kata Mateta.



Sumber : KOMPAS.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar